Model pembelajaran melalui media
internet
Pengaruh internet memang sudah semakin besar di zaman
teknologi ini. Bahkan, tidak sedikit yang menjadi bergantung kepada internet
entah untuk pekerjaan atau berhubungan dengan pertemanan. Tak hanya orang
dewasa, internet pun sudah mulai menjadi teman akrab anak-anak. Generasi
platinum, begitulah sebutan bagi anak yang terlahir di atas tahun 2000.
Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan internet dan
alat komunikasi modern, seperti ponsel.Dikatakan oleh Life Coach Novianto
Triwidia Jaya atau akrab dipanggil Novian bahwa generasi ini memiliki kemampuan
yang tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi
informasi sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk
mengembangkan dirinya. ”Tidak sedikit anak yang menjadi kecanduan internet
sehingga tidak sedikit juga orangtua yang menjadi kewalahan dan pusing,” ucap
Novian yang berpraktek di Dynamic Brain, sebuah lembaga Konsultan Pola Asuh dan
Pendidikan.
Bagi orangtua, membatasi anak berinternet adalah
keharusan agar anak tidak kebablasan sehingga bisa mendapatkan pengaruh yang
buruk dari internet. Pengaruh buruk tersebut antara lain anak akan kehilangan
konsentrasi dalam belajar, atau bisa juga karena kecanduan berinternet, maka
banyak waktu mereka yang tersita.
Novian mengatakan,
sebaiknya orangtua menjelaskan kepada anak sejak awal bahwa internet hanya
digunakan untuk mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan pelajarannya saja,
seperti ilmu sains, biologi, sosial dan lainnya. Misalnya saja seperti pada
masalah sosial, mereka boleh saja menggunakan situs jejaring sosial. Namun
dengan batasan-batasan, karena tidak menutup kemungkinan juga dengan situs
jejaring sosial ini mereka akhirnya memperoleh ilmu kecakapan seperti bahasa
asing, minimal bahasa Inggris karena akses yang digunakan umumnya menggunakan
bahasa asing.
1.
Manfaat internet bagi anak usia dini
Pengaruh TIK dalam Dunia Pendidikan
Teknologi
informasi saat ini telah berkembang sangat pesat. Di sektor swasta,
kantor-kantor pemerintah, BUMN, dan sekolah-sekolah di kota daerah, banyak yang
memiliki jaringan internet. Terbukti, iklan internet masuk sekolah terus
didegungkan. Mereka tampak sangat antusias. Itu terlihat dari pesan berantai
yang disampaikan ke orang lain bahwa internet masuk sekolah. Ungkapan mereka
polos. Rasa ingin tahu mereka pun sangat besar. Sekolah saat ini sedang berlomba-lomba memasang
jaringan internet melalui jardiknas, internet service provider (ISP), ataupun
penyelenggara jaringan internet lainya. Hal; tersebut membuktikan bahwa
internet sekarang sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam pembelajaran.
Sekolah
yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam
kegiatan proses belajar mengajar akan sangat berbeda dengan sekolah yang belum
memanfaatkannya. Karena itu, para kepala sekolah, baik sekolah di kota-kota
besar maupun daerah, berupaya melengkapi sekolahnya dengan fasilitas teknologi
informasi internet yang perkembangannya sangat pesat dalam dua tahun terakhir.
Fakta di atas membuktikan bahwa perkembangan teknologi informasi yang begitu
cepat menuntut peningkatan kualitas pendidikan sumber daya tenaga pendidik.
Dunia
pendidikan dituntut memahami teknologi informasi dan komunikasi. Seorang
pengamat pendidikan memaparkan bahwa problem pendidikan kita adalah akses atau
ketersediaan pendidikan bagi rakyat yang masih sangat rendah (Wibowo, 2006).
Termasuk, perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran,
ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki
akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga
pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan
dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan
dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk
membantu siswa agar mencapai standar akademik. Dalam situasi seperti ini, guru
sebagai fasilitator pembelajaran dituntut kemampuannya dalam menggunakan
teknologi, dengan demikian dengan adanya TIK dapat meningkatkan kompetensi guru
sebagai pendidik.
B. Peran dan Pengaruh
Internet dalam Dunia Anak
1. Pengertian Internet
Internet
ialah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari satu lokasi ke
lokasi lainnya di belahan dunia (seperti sekolah, universitas, institusi riset,
museum, bank, perusahaan bisnis, perorangan, stasiun TV ataupun radio).
Fasilitas internet yang paling terkenal word wide web (WWW) adalah bagian
internet yang relatif baru sedangkan fungsi seperti mengirim dan menerima
elektronik mail(e-mail) sudah dimanfaatkan orang lebih dari 30 tahun.
2.
Peran Internet dalam Dunia Anak
Dunia
anak adalah dunia yang paling menyenangkan. Hampir setiap orangtua selalu
memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, terutama kala mereka masih
kanak-kanak karena masa anak-anak adalah masa yang paling menentukan dalam
proses pertumbuhan psikologis mereka di masa mendatang. Dengan memberikan
pendidikan yang tepat kepada anak maka akan dapat diperoleh landasan yang kuat
bagi masa depan anak-anak itu. Media
informasi internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk
mendapatkan informasi yang tepat untuk menetapkan pendidikan yang sesuai bagi
anak. Berikut ini beberapa situs Indonesia yang berhubungan dengan pendidikan
anak:a. e-SmartSchool.comAlamat Situs: http://www.e-smartschool.com/
Situs
pendidikan anak yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi anak
didik, mulai dari informasi Pengetahuan Komputer, Pengetahuan Umum, Cerita
Anak/Dongeng, Pelajaran Sekolah, Konsul-tasi, Seputar Pendidikan, informasi
untuk para orangtua, dan contoh-contoh hasil karya. Situs ini juga dilengkapi
dengan keanggotaan, sehingga Anda atau anak Anda dapat memasuki member area
dengan mendaftar terlebih dahulu sebagai member dan melakukan login. Tersedia
juga bank soal untuk materi SD, SMP dan SMU. Karena tam-pilannya yang cukup
menarik, situs ini telah mendapatkan penghargaan sebagai Situs Terbaik Periode
2004-2005 versi Komputer Aktif untuk kategori Pendidikan.b. Buka Mata
Alamat
Situs: http:// www.bukamata.comMedia online komunitas Buka Mata yang memperkenalkan
MathMagic Home School, yakni belajar MathMagic dalam berhitung (Matematika) di
rumah, Cepat dan tepat tanpa Kalkulator. MathMagic dibuat untuk menjadi suatu
metode belajar matematika (aritmatika) yang memudahkan dan menyenangkan bagi setiap
anak yang sedang mempelajari ketram-pilan dasar berhitung. Meliputi cara
sederhana dasar-dasar berhitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian,
bilangan pangkat 2, dan banyak lagi metode-metode baru dalam berhitung yang
tidak ada dalam metode belajar matematika di sekolah-sekolah biasa. Situs ini
menguak segala sesuatu dengan MathMagic tersebut. Tersedia juga buku tentang
metode MathMagic yang dapatdibeli di situs ini.
The
Fourth R Inc., berdiri sejak 1991, menyediakan kursus, assessment software,
sertifikasi berkualitas tinggi. Menjadikannya sebagai pusat belajar dan sekolah
di seluruh dunia. Telah memiliki 150 cabang di lebih dari 20 negara. The Fourth
R Indonesia memfokuskan untuk menyediakan training komputer bagi anak-anak
mulai usia 3 sampai 14 tahun, maupun dewasa, dengan konsep Performance-Based
Training. Informasi utama yang tersaji adalah School Programs, Youth Programs,
Corporate Training, IT Training, Partner with Us.
Dalam mengenalkan internet pada anak hendaknya disesuaikan dengan usia anak tersebut, sehingga dalam menggunakan internet anak tidak akan melenceng dari ketentuan yang seharusnya dipatuhi. Adapun tahap pengenalan internet menurut usia anak Sekolah Dasar :
Dalam mengenalkan internet pada anak hendaknya disesuaikan dengan usia anak tersebut, sehingga dalam menggunakan internet anak tidak akan melenceng dari ketentuan yang seharusnya dipatuhi. Adapun tahap pengenalan internet menurut usia anak Sekolah Dasar :
a. Usia 7 s/d 10 tahun
Dalam
masa ini, anak-anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar
keluarga mereka. Inilah saatnya dimana tekanan pertemanan dan kelompok bermain
menjadi dampak yang signifikan. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai meminta
kebebasan lebih banyak dari orangtua. Anak-anak memang harus didorong untuk
melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tidak berarti tanpa adanya partisipasi
dari orangtua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di
ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi
di Internet, tetapi dia tidak sendirian.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak-anak. Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk aktifitas lainnya. Anak-anak membutuhkan variasi.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak-anak. Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk aktifitas lainnya. Anak-anak membutuhkan variasi.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.
b. Usia 10 s/d 12 tahun
Pada
masa pra-remaja ini, banyak anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan
kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk
membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi
mereka. Perhatian orangtua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet,
tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orangtua adalah membantu
mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa
mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal
olahraga, musik dan membaca buku.
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang didampaki oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berdampak. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang positif
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang didampaki oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berdampak. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang positif
2.
Pentingnya Internet Bagi Anak
Kini
internet telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri karena banyaknya manfaat dan
fasilitas yang dapat diambil darinya. Salah satunya adalah fasilitas e-mail,
yang kini telah menduduki peran yang signifikan dalam komunikasi baik secara
personal maupun secara instansi dan lembaga. E-Commerce pun telah menjadi
alternatif lain dari dunia bisnis. Sejalan
dengan perkembangan tersebut, terkadang masih ada beberapa hal yang mungkin
lepas dari perhatian kita. Karena begitu mudahnya informasi didapat oleh siapa
saja yang dapat mengakses internet. Maka anak-anak pun, tanpa bimbingan dan
pengarahan yang tepat, pasti akan terimbas oleh dampak negatifnya. Menurut Dr. Howard Gardner dari Harvard University,
Amerika Serikat, pada diri seorang anak biasanya terdapat tujuh kemampuan
(intelegensi). Tujuh intelegensi itu meliputi:
a.
Kemampuan dasar seseorang, yaitu bahasa atau linguistik;
b.
Kemampuan logika yang mencakup rasionalitas, mengurutkan kejadian atau
menarik
hubungan antara simbol yang satu dengan lainnya;
c.
Kemampuan visual, yaitu kemampuan berpikir berdasarkan gambar, ruang,
atau
bentuk;
d.
Kemampuan musikal atau ritme;
e.
Kemampuan mengendalikan atau meningkatkan fisiknya;
f.
Kemampuan interpersonal, yaitu kemampuan berhubungan dengan orang
lain;
dan
g.
Kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk kewaspadaan diri
.
Dengan mengacu pada
ketujuh kemampuan tersebut, teknologi internet yang
diajarkan dengan
tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal empat kemampuan. Tak heran bila
beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia sekarang ini mulai
memasukkan pelajaran komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di
antaranya sudah mulai mengajarkan internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah
tersebut, anak dipandu untuk mempelajari internet. Mereka memiliki pembimbing
yang menunjukkan berbagai hal positif dari internet. Anak yang tidak diberi pengertian dan pelajaran
mengenai internet, kebanyakan akan mendapatkannya dari teman-teman sebayanya.
Bila demikian, maka tidak jarang hal-hal negatif yang terlebih dahulu terekam dalam otaknya. Tentu hal ini
tidak diharapkan akan terjadi.
Kebanyakan
anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala
hal baru. Sementara itu, teman-teman mereka juga akan dengan bangga menunjukkan
apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan
sebelumnya, termasuk hal-hal yang negatif.
Untuk
masa sekarang, keharusan menyediakan fasilitas internet untuk semua sekolah
tentu masih belum dapat dilakukan. Hal ini mengingat penyediaan komputer
beserta modemnya masih membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyikapinya,
sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas internet bisa mencoba untuk
mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual
komputer dan lembaga kursus komputer.
4. Dampak Negatif dan Positif Internet pada
Prilaku dan Kehidupan Anak Usia Sekolah Dasar
a.
Dampak Negatif
Anak
mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet.
Aneka macam materi yang berdampak negatif pun bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian.
Aneka macam materi yang berdampak negatif pun bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian.
Perkembangan
teknologi internet yang semakin pesat dewasa ini telah memunculkan kekhawatiran
diantara para orangtua dan guru akan ekses pada anak-anak. Kemudahan untuk
mendapatkan akses atau sambungan langsung ke internet bahkan didapat semudah
membeli sebungkung kembang gula. Bukan pemandangan yang asing saat ini melihat
serombongan siswa berusia dibawah dua belas tahun berkumpul di sebuah warnet.
Sebagian besar mereka bermain game on line hingga berjam-jam. Tidak sedikit pula
yang mengakses berbagai alamat situs di internet.
Salah
satu bukti adanya dampak negatif dari penggunaan internet yaitu terdapat situs
berita di internet yang mengabarkan seorang siswa SD ketahuan oleh guru
memiliki video porno dalam ponselnya. Dari mana seorang anak kecil mendapat
material dewasa itu? Pertanyaan itu mungkin dapat mudah dijawab jika kita
melihat bertebarannya warung internet (warnet) di lingkungan kita. Dan mungkin
di sekeliling kita pun banyak yang terkena dampak negatif dari internet itu. Selain itu sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa
satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks,
tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. Hal-hal seperti itulah yang
akan sangat berbahaya bagi perkembangan anak, sekarang dan di masa yang akan
datang. Meski demikian, mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang
merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, harus ada
keterlibatan orangtua dalam mengawasai hal ini.
b.
Dampak Positif
Dunia internet semakin berarti bagi anak-anak.
Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun
informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan
waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet,
diantaranya:
1. surat menyurat (e-mail), fasilitas ini sudah sering
kali kita dengar karena dengan fasilitas ini tidak hanya untuk saling mengirim
pesan yang pnjang tapi juga dapat digunakan untuk mengirim tugas dalam proses
belajar,
2. berbincang (chatting), fasilitas ini memungkinkan
seseorang untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya, dan bisa menambah teman
dari berbagai belahan dunia,
3. mengambil/mengirim informasi (download/upload),
berbagai informasi mengenai apapun dapt diperoleh melalui internet, selain itu
kita pun dapat turut andil dengan mengirimkan (upload) informasi-informasi
penting yang kita ketahui,
4. menggunakan teknologi “teleconference” (konferensi
interaktif secara on line dari jarak jauh), karena dapat menghemat waktu, tenaga
pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis,
5. mendapatkan hiburan, tidak hanya bagi orang dewasa,
namun siswa sekolah dasarpun telah mengenal dan memanfaatkannya meski
seringkali hanya untuk mendapatkan kesenangan,
6. Internet juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk
semangat belajar secara mandiri pada anak, misalnya dengan memanfaatkan
software yang menarik untuk menggugah minat anak belajar. Isi atau materi
pelajaran yang menarik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang penuh
dengan kegembiraan. Sekaligus menghindarkan anak dari rasa tertekan saat
belajar karena menganggap pelajaran sulit dan menakutkan, dan sebagainya.
C. Pengawasan Pengguanaan Internet pada Anak
Selain pendidik, keterlibatan orang tua dalam mengawasi
penggunaan internet merupakan poin penting bagi perkembangan anak. Dengan
adanya pengawasan dari orang tua anak dapat lebih terbimbing ke arah yang lebih
positif, diantaranya :
1. Jangan Melarang
1. Jangan Melarang
Berikan kepercayaan pada anak-anak
walau tetap harus mengontrol sesekali. Janganlah hanya melarang anak untuk
mengetahui apa yang tidak baik tetapi ajarilah mereka bagaimana cara untuk
menang dalam mengatasi hal tersebut
2. Memberi Pengertian
2. Memberi Pengertian
Larangan hanya akan membuat anak-anak
penasaran, jelaskan dan beri pengertian kepada anak-anak mengapa boleh dan
tidak boleh, apa akibatnya. Dan harus sampaikan berulang-ulang, mengimbangi
informasi yang masuk kedalam pengertian anak-anak yang didapat dari lingkungan
pergaulannya. Beri penjelasan secara riil, jika perlu didampingi di depan layar
monitor.
3. Menjadi Gerbang Teknologi
3. Menjadi Gerbang Teknologi
Sebagai orangtua harus mengimbangi perkembangan
teknologi anak-anak, orangtua seharusnya menjadi gerbang teknologi bagi
anak-anak. Orangtua yang mengetahui terlebih dahulu tentang teknologi apa yang
bermanfaat dan mana yang tidak berguna, bukan sebaliknya. Jangan jadi orangtua
gaptek!
4. Mengakomodasi kesenangan anak
4. Mengakomodasi kesenangan anak
Bila anak sudah menyenangi dunia maya, libatkan anak
dengan aktifitas lainnya yang mendukung; belikan buku pengetahuan terkait, mengikutsertakan
dalam mailing list yang disukai anak-anak. Libatkan dalam aktifitas sosial
lainnya, sehingga anak-anak juga memiliki aktifitas lain selain berlayar di
dunia maya.
5. Letakkan komputer di ruang umum
5. Letakkan komputer di ruang umum
Tempatkan komputer di ruang belajar atau ruang
keluarga, bukannya di kamar tidur anak. Dengan demikian, orangtua dapat
mengawasi saat anaknya asyik berinternet. Setiap kali anak selesai bermain
internet, tanpa sepengetahuan mereka cobalah mengecek situs apa yang dikunjungi
dan apa saja yang dilihatnya.
2. Peran Internet dalam Dunia Anak
Dunia anak adalah dunia yang paling menyenangkan.
Hampir setiap orangtua selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka,
terutama kala mereka masih kanak-kanak karena masa anak-anak adalah masa yang
paling menentukan dalam proses pertumbuhan psikologis mereka di masa mendatang.
Dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada anak maka akan dapat diperoleh
landasan yang kuat bagi masa depan anak-anak itu. Media informasi internet merupakan salah satu media
yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk menetapkan
pendidikan yang sesuai bagi anak. Berikut ini beberapa situs Indonesia yang
berhubungan dengan pendidikan anak:
a. e-SmartSchool.com
Alamat Situs: http://www.e-smartschool.com/Situs pendidikan anak yang menyajikan
informasi-informasi yang bermanfaat bagi anak didik, mulai dari informasi
Pengetahuan Komputer, Pengetahuan Umum, Cerita Anak/Dongeng, Pelajaran Sekolah,
Konsul-tasi, Seputar Pendidikan, informasi untuk para orangtua, dan
contoh-contoh hasil karya. Situs ini juga dilengkapi dengan keanggotaan,
sehingga Anda atau anak Anda dapat memasuki member area dengan mendaftar terlebih
dahulu sebagai member dan melakukan login. Tersedia juga bank soal untuk materi
SD, SMP dan SMU. Karena tam-pilannya yang cukup menarik, situs ini telah
mendapatkan penghargaan sebagai Situs Terbaik Periode 2004-2005 versi Komputer
Aktif untuk kategori Pendidikan.
b. Buka Mata
Alamat Situs: http:// www.bukamata.com Media online komunitas Buka Mata yang memperkenalkan
MathMagic Home School, yakni belajar MathMagic dalam berhitung (Matematika) di
rumah, Cepat dan tepat tanpa Kalkulator. MathMagic dibuat untuk menjadi suatu
metode belajar matematika (aritmatika) yang memudahkan dan menyenangkan bagi
setiap anak yang sedang mempelajari ketram-pilan dasar berhitung. Meliputi cara
sederhana dasar-dasar berhitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian,
bilangan pangkat 2, dan banyak lagi metode-metode baru dalam berhitung yang
tidak ada dalam metode belajar matematika di sekolah-sekolah biasa. Situs ini
menguak segala sesuatu dengan MathMagic tersebut. Tersedia juga buku tentang
metode MathMagic yang dapat dibeli di situs ini.
c. The Fourth R Inc.
Alamat Situs: http://www.fourthr.com The Fourth R Inc., berdiri sejak 1991, menyediakan
kursus, assessment software, sertifikasi berkualitas tinggi. Menjadikannya
sebagai pusat belajar dan sekolah di seluruh dunia. Telah memiliki 150 cabang
di lebih dari 20 negara. The Fourth R Indonesia memfokuskan untuk menyediakan
training komputer bagi anak-anak mulai usia 3 sampai 14 tahun, maupun dewasa,
dengan konsep Performance-Based Training. Informasi utama yang tersaji adalah
School Programs, Youth Programs, Corporate Training, IT Training, Partner with
Us. Dalam mengenalkan internet pada anak hendaknya
disesuaikan dengan usia anak tersebut, sehingga dalam menggunakan internet anak
tidak akan melenceng dari ketentuan yang seharusnya dipatuhi. Adapun tahap
pengenalan internet menurut usia anak Sekolah Dasar :
a. Usia 7 s/d 10 tahun
Dalam masa ini,
anak-anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka.
Inilah saatnya dimana tekanan pertemanan dan kelompok bermain menjadi dampak
yang signifikan. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai meminta kebebasan lebih
banyak dari orangtua. Anak-anak memang harus didorong untuk melakukan
eksplorasi sendiri, meskipun tidak berarti tanpa adanya partisipasi dari
orangtua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan
keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di
Internet, tetapi dia tidak sendirian.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak-anak. Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk aktifitas lainnya. Anak-anak membutuhkan variasi.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak-anak. Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk aktifitas lainnya. Anak-anak membutuhkan variasi.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.
b. Usia 10 s/d 12 tahun
Pada masa pra-remaja
ini, banyak anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah
saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah
ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orangtua
tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa
lama mereka online. Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasan
mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan
libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca
buku.
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang didampaki oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berdampak. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang positif.
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang didampaki oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berdampak. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang positif.
3.
Pentingnya
Internet Bagi Anak
Kini
internet telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri karena banyaknya manfaat dan
fasilitas yang dapat diambil darinya. Salah satunya adalah fasilitas e-mail,
yang kini telah menduduki peran yang signifikan dalam komunikasi baik secara
personal maupun secara instansi dan lembaga. E-Commerce pun telah menjadi
alternatif lain dari dunia bisnis. Sejalan
dengan perkembangan tersebut, terkadang masih ada beberapa hal yang mungkin
lepas dari perhatian kita. Karena begitu mudahnya informasi didapat oleh siapa
saja yang dapat mengakses internet. Maka anak-anak pun, tanpa bimbingan dan
pengarahan yang tepat, pasti akan terimbas oleh dampak negatifnya. Menurut Dr. Howard Gardner dari Harvard University,
Amerika Serikat, pada diri seorang anak biasanya terdapat tujuh kemampuan
(intelegensi). Tujuh intelegensi itu meliputi:
a.
Kemampuan dasar seseorang, yaitu bahasa atau linguistik;
b.
Kemampuan logika yang mencakup rasionalitas, mengurutkan kejadian atau
menarik
hubungan antara simbol yang satu dengan lainnya;
c. Kemampuan visual, yaitu kemampuan berpikir berdasarkan
gambar, ruang, atau bentuk;
d. Kemampuan
musikal atau ritme;
e. Kemampuan
mengendalikan atau meningkatkan fisiknya;
f. Kemampuan interpersonal, yaitu kemampuan
berhubungan dengan orang lain; dan
g. Kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk
kewaspadaan diri.
Dengan mengacu pada ketujuh kemampuan tersebut, teknologi internet yang diajarkan dengan tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal empat kemampuan. Tak heran bila beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia sekarang ini mulai memasukkan pelajaran komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengajarkan internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah tersebut, anak dipandu untuk mempelajari internet. Mereka memiliki pembimbing yang menunjukkan berbagai hal positif dari internet.
Dengan mengacu pada ketujuh kemampuan tersebut, teknologi internet yang diajarkan dengan tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal empat kemampuan. Tak heran bila beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia sekarang ini mulai memasukkan pelajaran komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengajarkan internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah tersebut, anak dipandu untuk mempelajari internet. Mereka memiliki pembimbing yang menunjukkan berbagai hal positif dari internet.
Anak yang tidak diberi pengertian dan pelajaran mengenai
internet, kebanyakan akan mendapatkannya dari teman-teman sebayanya. Bila
demikian, maka tidak jarang hal-hal negatif yang terlebih dahulu terekam dalam
otaknya. Tentu hal ini tidak diharapkan akan terjadi.
Kebanyakan anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Sementara itu, teman-teman mereka juga akan dengan bangga menunjukkan apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, termasuk hal-hal yang negatif. Untuk masa sekarang, keharusan menyediakan fasilitas internet untuk semua sekolah tentu masih belum dapat dilakukan. Hal ini mengingat penyediaan komputer beserta modemnya masih membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyikapinya, sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas internet bisa mencoba untuk mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual komputer dan lembaga kursus komputer.
Kebanyakan anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Sementara itu, teman-teman mereka juga akan dengan bangga menunjukkan apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, termasuk hal-hal yang negatif. Untuk masa sekarang, keharusan menyediakan fasilitas internet untuk semua sekolah tentu masih belum dapat dilakukan. Hal ini mengingat penyediaan komputer beserta modemnya masih membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyikapinya, sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas internet bisa mencoba untuk mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual komputer dan lembaga kursus komputer.
4. Dampak Negatif dan Positif Internet pada Prilaku dan Kehidupan Anak Usia Sekolah Dasar
a. Dampak Negatif
Anak
mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet. Aneka
macam materi yang berdampak negatif pun bertebaran di internet. Misalnya:
pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan
secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti
pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun.
Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui
internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian. Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat
dewasa ini telah memunculkan kekhawatiran diantara para orangtua dan guru akan
ekses pada anak-anak. Kemudahan untuk mendapatkan akses atau sambungan langsung
ke internet bahkan didapat semudah membeli sebungkung kembang gula. Bukan
pemandangan yang asing saat ini melihat serombongan siswa berusia dibawah dua
belas tahun berkumpul di sebuah warnet. Sebagian besar mereka bermain game on
line hingga berjam-jam. Tidak sedikit pula yang mengakses berbagai alamat situs
di internet.
Salah satu bukti adanya dampak negatif dari penggunaan internet yaitu terdapat situs berita di internet yang mengabarkan seorang siswa SD ketahuan oleh guru memiliki video porno dalam ponselnya. Dari mana seorang anak kecil mendapat material dewasa itu? Pertanyaan itu mungkin dapat mudah dijawab jika kita melihat bertebarannya warung internet (warnet) di lingkungan kita. Dan mungkin di sekeliling kita pun banyak yang terkena dampak negatif dari internet itu. Selain itu sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. Hal-hal seperti itulah yang akan sangat berbahaya bagi perkembangan anak, sekarang dan di masa yang akan datang. Meski demikian, mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, harus ada keterlibatan orangtua dalam mengawasai hal ini.
Salah satu bukti adanya dampak negatif dari penggunaan internet yaitu terdapat situs berita di internet yang mengabarkan seorang siswa SD ketahuan oleh guru memiliki video porno dalam ponselnya. Dari mana seorang anak kecil mendapat material dewasa itu? Pertanyaan itu mungkin dapat mudah dijawab jika kita melihat bertebarannya warung internet (warnet) di lingkungan kita. Dan mungkin di sekeliling kita pun banyak yang terkena dampak negatif dari internet itu. Selain itu sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. Hal-hal seperti itulah yang akan sangat berbahaya bagi perkembangan anak, sekarang dan di masa yang akan datang. Meski demikian, mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, harus ada keterlibatan orangtua dalam mengawasai hal ini.
b. Dampak Positif
Dunia
internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil
dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang
dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada
manfaat lain yang didapat dari internet, diantaranya:
1. surat
menyurat (e-mail), fasilitas ini sudah sering kali kita dengar karena dengan
fasilitas
ini tidak hanya untuk saling mengirim pesan yang pnjang tapi juga dapat
digunakan untuk mengirim tugas dalam proses belajar,
2.
berbincang (chatting), fasilitas ini memungkinkan seseorang untuk saling
berkomunikasi satu sama lainnya, dan bisa menambah teman dari berbagai belahan
dunia,
3. mengambil/mengirim informasi (download/upload), berbagai informasi mengenai apapun dapt diperoleh melalui internet, selain itu kita pun dapat turut andil dengan mengirimkan (upload) informasi-informasi penting yang kita ketahui,
3. mengambil/mengirim informasi (download/upload), berbagai informasi mengenai apapun dapt diperoleh melalui internet, selain itu kita pun dapat turut andil dengan mengirimkan (upload) informasi-informasi penting yang kita ketahui,
4.
menggunakan teknologi “teleconference” (konferensi interaktif secara on line
dari jarak jauh), karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas
ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis,
5.
mendapatkan hiburan, tidak hanya bagi orang dewasa, namun siswa sekolah
dasarpun telah mengenal dan memanfaatkannya meski seringkali hanya untuk
mendapatkan kesenangan,
6.
Internet juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri
pada anak, misalnya dengan memanfaatkan software yang menarik untuk menggugah
minat anak belajar. Isi atau materi pelajaran yang menarik diharapkan dapat
menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus
menghindarkan anak dari rasa tertekan saat belajar karena menganggap pelajaran
sulit dan menakutkan, dan sebagainya.
C. Pengawasan Pengguanaan Internet pada Anak
Selain
pendidik, keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan internet merupakan
poin penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya pengawasan dari orang tua
anak dapat lebih terbimbing ke arah yang lebih positif, diantaranya :
1. Jangan
Melarang
Berikan
kepercayaan pada anak-anak walau tetap harus mengontrol sesekali. Janganlah
hanya melarang anak untuk mengetahui apa yang tidak baik tetapi ajarilah mereka
bagaimana cara untuk menang dalam mengatasi hal tersebut
2.
Memberi Pengertian
Larangan
hanya akan membuat anak-anak penasaran, jelaskan dan beri pengertian kepada
anak-anak mengapa boleh dan tidak boleh, apa akibatnya. Dan harus sampaikan
berulang-ulang, mengimbangi informasi yang masuk kedalam pengertian anak-anak
yang didapat dari lingkungan pergaulannya. Beri penjelasan secara riil, jika
perlu didampingi di depan layar monitor.
3.
Menjadi Gerbang Teknologi
Sebagai
orangtua harus mengimbangi perkembangan teknologi anak-anak, orangtua
seharusnya menjadi gerbang teknologi bagi anak-anak. Orangtua yang mengetahui
terlebih dahulu tentang teknologi apa yang bermanfaat dan mana yang tidak
berguna, bukan sebaliknya. Jangan jadi orangtua gaptek!
4.
Mengakomodasi
kesenangan anak
Bila anak sudah menyenangi dunia maya, libatkan anak
dengan aktifitas lainnya yang mendukung; belikan buku pengetahuan terkait,
mengikutsertakan dalam mailing list yang disukai anak-anak. Libatkan dalam
aktifitas sosial lainnya, sehingga anak-anak juga memiliki aktifitas lain
selain berlayar di dunia maya.
5.
Letakkan
komputer di ruang umum
Tempatkan komputer di ruang belajar atau ruang
keluarga, bukannya di kamar tidur anak. Dengan demikian, orangtua dapat
mengawasi saat anaknya asyik berinternet. Setiap kali anak selesai bermain
internet, tanpa sepengetahuan mereka cobalah mengecek situs apa yang dikunjungi
dan apa saja yang dilihatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar