ICT DAN ANAK USIA DINI
Bagaimana cara
pemberian IT pada Anak Usia Dini?
Teknologi bagaikan dua sisi mata uang yang
berbeda, yang memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga implementasinya pun
akan berbeda pada setiap usia perkembangan anak.
Pada anak usia dini 0 – 8 tahun sesuai dengan
konvensi anak dunia, serta 0 – 6 tahun menurut konsep pendidikan yang ada di
Indonesia, maka banyak cara mengenalkan teknologi pada anak usia dini, yaitu :
. Usia 0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak
usia ini, anak mulai belajar mendengar dan mengenal sekitarnya, dari
rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan melalui gerakan, serta suara.
Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka mulai belajar berbicara.
Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat melalui multimedia dengan cara
diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu anak. Mengenalkan warna juga dapat
melalui multimedia dengan memutarkan film-film kartun anak, yang tentunya
mendidikan. Mengapa? Karena film-film kartun saat ini pun memiliki unsur warna
yang beragam, sehingga anak dapat mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi
warna-warna yang dominan. Hal ini pun dapat membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai
menggunakan kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara
mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan
menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari
latar belakang orang tua otoriter, anak kurang belajar berbicara,
ketimbang dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar
“mendengar” tetapi juga “didengar”. Oleh karenannya penting
diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2
tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia
anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih banyak. Misalnya mulai
diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita
Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga
dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar. Semakin banyak
kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa
percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan
mengungkapkan dirinya secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada
usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa
pengenalan perangkat keras komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang
langsung oleh anak, misalnya : CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer.
Pengenalan perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari
masing-masing alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia 7 – 8 tahun: pada usia ini,
pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat program interaktif, dimana anak
sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi pembelajaran.
Dampak Negatif yang
ditimbulkan
1. Efek radiasi monitor yang perlu diwaspadi.
2. Jarak pandang yang terlalu dekat dan
pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3. Pengaturan waktu penggunaan komputer. Pada
anak usia dini sebaiknya waktu penggunaan 1 – 2 jam sehari.
4. Bermain bersama teman sebaya perlu
diperhatikan, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain.
Komputer dan Kecerdasan Intektual dan Emosional
Penelitian tentang pengaruh
komputer terhadap perkembangan intelegensi telah banyak dilakukan oleh para
pakar. Hasilnya diperoleh bahwa penggunaan komputer secara cerdas akan secara
timbal balik mempengaruhi kecerdasan. Komputer mampu memenuhi rasa ingin tahu
manusia. Di samping itu, kecepatan, kecermatan, keterkinian informasi dapat
diperoleh melalui sistem jaringan komputer. Dengan demikian terjadi pengayaan
fungsi otak, yang pada gilirannyameningkatkan produksi sel neuro glial, yaitu
sel khusus yang mengelilingi sel neuron, sehingga menambah aktivitas sel
neuron. Mengingat bahwa ”pabrik otak” itu diwujudkan sebagai hasil interaksi
antar cetak biru genetis dan pengaruh lingkungan. Menurut Clark bahwa otak
berfungsi hanya 5%, sehingga sebagian besar informasi tidak digunakan. Pada
gilirannya kerja fungsi intelegensi yang bersumber dari otak secara timbal
balik dipengaruhi dan mempengaruhi pembelajaran, akan dipersoalkan sampai
dimana pengaruhnya dalam peningkatan kecerdasan emosi pada anak.
Dampak Komputer terhadap Perkembangan Intelegensi
Riset yang dilakukan terhadap pengaruh komputer
terhadap perkembangan intelegensi diperoleh pengaruh yang positif dari
keduanya. Hal tersebut karena ”kerjasama’ antara komputer-otak dan intelegensi
yang satu dengan lainnya mendorong manusia untuk makin tahu memenuhi rasa ingin
tahunya, yang merupakan sifat khas manusia. Komputer dengan jaringannya dalam
kehidupan kini tidak terpisahkan dari berbagai kepentingan untuk memperoleh
informasi yang cepata, cerman, lengkap, dan aktual. Dengan demikian akan
membawa kita secara amat signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan
berkat informasi yang dihadapi.Dengan demikian tidak salah jika penggunaan
komputer dengan program yang sesuai dengan umur anak-anak dapat dilakukan.
Intelegensi Emosional
Goleman (1996) dalam bukunya Emotional Intelligence
menjelaskan bahwa dalam kehidupan mental seorang anak ada dua aspek, yaitu
rasio dan emosi, yang masing-masing tidak pernah berdiri secara terpisah,
melainkan dihayati secara bersamaan, bercirikan pemahaman dan kesadaran yang
berasal dari otak seseorang; sedangkan emosi yang bersifat kuat dan impulsif
bersumber dari hati sanubari atau bahkan juga dari hati nurani seseorang.
Emosi merupakan suatu kondisi tergerak untuk berbuat,
dengan demikian, emosi memiliki beberapa komponen yaitu gerak untuk bertindak,
menghayati perasaan yang bersifat subjektif, dan kesadaran tentang emosi itu
atau dengan kata lain, memiliki unsur subjektif, perilaku, fisiologis.
Leventhal, mengalihkan paradigma tersebut dalam
menjelaskan rasio dan emosi yang terkait dengan information processing sebagai
berikut : ada 4 sistem yang terintegrasi dalam model emosi ini, yaitu 1)
interpretasi sistem dalam mewujudkan penghayatan emosi, 2) sistem ekspresif,
yang merupakan umpan balik yang menandai kualitas subjektif emosi, 3) sistem
tindak instrumental dan 4) sistem reaksi jasmaniah.
Teori ini didasarkan atas tujuh asumsi, yaitu 1) kajian
emosi harus beranjak dari laporan verbal pengalaman subjektif, 2) kondisi
emosional adalah suatu bentuk kebermaknaan, sehingga kalau kognisi adalah
makna, emosi membentuk kognisi, 3) ada berbagai bentuk kognisi abstrak,
6)sistem kebermaknaan berkembang dan berubah, 7)perlu sistem makna khusus.
Fungsi dan peran I.C.T
dalam lingkup PAUD
HAKIKAT
BELAJAR PADA ANAK USIA DINI
Pembelajaran
di Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal berpedoman pada prinsip belajar
sambil bermain atau bermain sambil belajar (Depdiknas, 2004). Bermain merupakan
tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia Taman Kanak-Kanak, sehingga kegiatan
pembelajarannya dilakukan dengan berbagai macam permainan dalam suasana yang
menyenangkan dan merangsang anak untuk terlibat secara aktif.
Bermain
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa alat yang menghasilkan
pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun
mengembangkan imajinasi pada anak (Sudono, 2000). Sedangkan belajar merupakan
aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,
ketrampilan dan nilai sikap (Darsono, 2000). Jadi bermain sambil belajar
merupakan kegiatan bermain yang di dalamnya terdapat unsur-unsur belajar.
Melalui bermain, tuntutan akan kebutuhan perkembangan dimensi motorik,
kognitif, kreatifitas, bahasa, emosi, interaksi sosial, nilai-nilai, dan sikap
hidup dapat terpenuhi. Ketika bermain, anak akan berimajinasi dan mengeluarkan
ide-ide yang tersimpan dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia
miliki tentang dunia sekitarnya. Melalui kegiatan bermain, anak mempunyai
kesempatan lebih banyak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep
maupun pengertian dasar suatu pengetahuan dapat dipahami anak dengan lebih
mudah.
DEFINISI
ICT
ICT (Informations and Communication
Technologies) atau di-Indonesiakan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi
merupakan suatu system yang terdiri dari sistem informasi dan komunikasi.
Masing-masing memiliki definisi dan ruang lingkup tersendiri.
Teknologi
Informasi
Teknologi informasi
merupakan studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk
menyimpan, menganalisis dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan dan gambar. Lucas ( dalam munir, 2008) menyatakan bahwa
teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk
memproses dan mengirim informasi dalam bentuk elektronik, micro komputer,
komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak memproses transaksi, perangkat lembar kerja
dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi.
Informasi yang disampaikan berupa pesan-pesan elektronik.
Teknologi
Komunikasi
Teknologi
komunikasi merupakan perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware,
software, proses dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi,
yang bertujuan agar komunikasi berhasil.
Keterkaitan
Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi
Teknologi
Informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti menangkap,
mentransmisikan, menyimpan, mengmbil, memanipulasi atau menampilkan data dengan
menggunakan perangkat-perangkat teknologi elektronik terutama komputer.
Sedangkan teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan perangkat teknologi
elektronika dan lebih menekankan pada aspek ketercapaian tujuan dalam proses
komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi
harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif.
Secara singkat disimpulkan bahwa teknologi
informasi lebih pada sistem pengolahan informasi sedangkan teknologi komunikasi
berfungsi untuk pengiriman informasi. Teori lain merumuskan definisi dari
teknologi informasi dan komunikasi sebagai sesuatu yang mengijinkan kita
memperoleh informasi untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau untuk
memiliki sebuah pengaruh pada lingkungan yang sedang menggunakan peralatan
elektronik dan digital.[2]
ICT
DALAM PENDIDIKAN
ICT
dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang telah
dijelaskan di atas bahwa di samping sebagai pendukung kinerja sistem
pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media pendidikan. Pendidikan ICT bagi
anak usia dini telah membawa kita pada cara yang baru dalam mengembangkan teknologi
pembelajaran.
Mengkaji
pendidikan ICT pada anak usia dini ini memiliki banyak persepsi, diataranya,
pemanfaatan ICT sebagai media belajar atau mengajarkan ICT pada mereka. Namun
demikian, keduanya terkadang saling berhubungan walaupun banyak juga perbedaan
dalam segi orientasi dan pemanfaatan.
ICT
sebagai Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan
merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke
penerima pesan.[3]
Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran
merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan
zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer
di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan
salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut.
Walaupun saat ini pemanfaatnya telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya
media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektif, yaitu:
1.
Media sebagai teknologi dan mesin
2.
Media sebagai tutor
3.
Media sebagai alat sosialisasi
4.
Media sebagai motivator dalam belajar
5.
Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah
Proses
belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses
penyampaian pesan dari sumber pesan melaluisaluran atau media tertentu k
penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah
komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah
informasi.
Jenis
dan Karakteristik Media
Sedangkan
untuk media sendiri memiliki taksonominya yaitu:
Rudy
Bretz
Ciri
utama media dibagi menjadi 3 unsur pokok, yaitu, suara, visual dan gerak.
Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan
suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan. Di
samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunikation) dan
media rekam (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi, yaitu : 1) media audio
visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media
visual gerak, 5)media visual diam, 6)media semi gerak, 7) media audio, 8) media
cetak.
Media Grafis
Media grafis termasuk media visual yang
berkaitan dengan indra penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan k dalam
sibol-simbol komunikasi visual. Diantara media grafis adalah gambar/foto,
sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta, papan buletin, dll,
Media
Audio
Media
audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke
dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Jenis-jenis media
audio diatnaranya adalah radio, alat perekam pita magnetik, lab. Bahasa,
Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam memiliki persamaan dengan
media grafik dalam arti penyajian rangsangan-rangsangan penyajian visual.
Perbedaanya adalah pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan
pesan media yang bersangkutan, pada media proyeksi pesan tersebut harus
diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihatoleh sasaran. Diantara median
proyeksi diam adalah film bingkai, film rangkai, media transparansi, proyektor,
mikrofis, film, tv, video.
1. Medengar. Mendengar merupakan
proses fisiologis otomatis penerimaan ransangan pendengaran. Dalam tahap inilah
gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang dapat menimbulkan kesulitan
dalam proses mendengarkan. Mendengar merupakan proses dimana gelombang suara
masuk melalui telinga di bagian tengah telinga dan menimbulkan getaran-getaran
yang kemudian merangsang impuls-impuls saraf sampai ke otak.
2. Perhatian.
Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti memusatkan kesadaran kita
pada rangsangan khusus tertentu. Indra penerima secara konstan dihujani sekian
banyak rangsangan sehingga kita tidak mungkin menanggapi semuanya sekaligus
pada saat yang sama. Sel khusus dalam sistem syaraf kita (saraf penghambat)
berfungsi membuang sejumlah sensasi yang datang, menjauhkan sensasi-sensasi
tersebut dari kesadaran kita. Namun demikian, meskipun memiliki syaraf
penghambat, kita masih sering kali tidak mampu memusatkan perhatian pada satu
peristiwa tunggal lebih dari beberapa detik setiap kali, karena rangsangan yang
lain biasanya berlomba merebut perhatian kita. Fenomena ini -kita sering
memperhatikan rangsangan tertentu sambil membuang rangsangan yang lainnya-
disebut perhatian selektif.
3.
Memahami. Unsur ini adalah yang paling rumit dalam mendengarkan.
Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian makna pada kata yang kita
dengar, yang sesuai dengan makna yang di maksudkan oleh si pengirim pesan.
Menapsirkan suatu pesan adalah memberi makna secara harfiah pada pesan itu. Ini
berdasarkan pada pemahaman atas gramatika bahasa, pengenalan dan pemahaman atas
maksud sumber (sinis, bergurau, serius), pemahaman atau implikasi situasi
(mencakup lingkungan fisik, hubungan dengan orang-orang yang lainnya, dan iklim
perjumpaan).
4. Mengingat.
Kebanyakan tes mendengarkan menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang
telah kita dengar dan kita pahami. Mengingat adalah menyimpan informasi untuk
diperoleh kembali.
Karakteristik
Media Audio
Ciri
utama dari media audio dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal maupun non
verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
1. Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2.
mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar.
3.
mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan kata-kata, bunyi, dan arti dari
kata/bunyi tersebut.
4.
dll.
Sedangkan
kekurangan media audio adalah sifat komunikasinya hanya satu arah. Memiliki
kekuarang dari sudut perolehan informasi dalam belajar.
Media
Visual
Media
visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua jenis pesan
yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan
verbal-visual terdiri atas kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non
verbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol
nonverbal-visual. Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media
visual terdiri atas garis, bentuk, warna, dan tekstur.
Pentingnya
pesan verbal dalam pembelajaran yaitu untuk melakukan pengeriman pesan melalui
bahasa verbal untuk menghasilkan makna. Kata-kata merupakan unsur dari bahasa
yang dapat digunakan sebagai simbol verbal. ”Kata” hanya akan mempunyai ”makna”
setelah ia diasosiasikan dengan ”refrensi/rujukan”.
Karakteristik Media Visual
Pesan
visual dapat dituangkan dalam bentuk: gambar, grafik, diagram, bagan,
peta. Sedangkan penyaluranpesan visual verbal-nonverbal-grafis dapat dilakukan
melalui: buku dan modul, komik, majalah dan jurnal, poster, papan visual. Di
samping itu pesan visual juga dapat berupa benda asli atau tiruan (miniatur)
Media
Audio Visual
Media
audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi fungsi
peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audiovisual murni,
seperti film gerak, video, televisi. Jenis kedua adalah media audio visual
tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, OHP dan peralatan visual
lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan secara
bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran.
Salah
satu media audiovisual adalah film. Dilihat dari indera yang terlibat, film
adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa
yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih
mudah diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di dengar saja. Manfaat dan
karakteristik lainnya dari media film dalam meningkatkan efektifitas dan
efisiensi proses pembelajaran, diataranya.
1.
Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu
2.
Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu
yang singkat.
3.
Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan.
4.
Mengembangkan pikiran dan pendapat.
Multimedia
Media dalam konteks pembelajaran merupakan
bahasa, maka multimedia dalam konteks tersebut adalah multibahasa, yakni ada
bahasa yang mudah dipahami oleh indra pendengaran, penglihatan, penciuman,
peraba dan lain sebagainya; atau dalam bahasa lain multimedia pembelajaran
adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dalam satu organ tubuh selama
proses pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan
Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran
Bentuk
dari multimedia dalam pembelajaran antara lain :
1.
Multimedia Presentasi
2.
Program Multimedia Interaktif
3.
Sarana Simulasi
4.
Video Pelajaran
Kesimpulan:
Bahwa saat ini kita tidak dapat melepaskan
diri dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena telah
menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan. Pola kehidupan tersebut berimbas
pada pengembangan pendidikan yang memanfaatkan TIK khususnya sebagai media
pendidikan. Sebagai usaha mengembangakan kemampuan individu dalam penggunaan
TIK secara praktis maka perlu dikenalkan sejak usia dini.
Pengembangan kemampuan anak usia dini
dalam TIK harus tetap dilakukan dengan konsep pendidikan anak usia dini yaitu
belajar sambil bermain. Materi belajar yang diberikan juga harus bervariasi
dengan berbagai karakteristik TIK sebagi media pembelajaran agar imajinasi dari
anak tersebut berkembang. Sehingga semakin meningkatkan kemampuan intelektual
dan emosional mereka.
Daftar Rujukan
Miarso, Yusufhadi, 2004. Menyemai
Benih Teknologi Pendidikan. Pustekom: Jakarta.
Munadi, Yudhi, 2008. Media
Pembelajaran. GP. Press: Jakarta.
Munir, 2008. Kurikulum Berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi. Alfabeta: Bandung
Sadiman, dkk, 2009. Media Pendidikan.
rajaGrafindi : Jakarta
Win W. D, 1996. Comunication, Media,
and Instrumentation in International Encyclopedia of Educational Technology.
Pergamon: UK.
Arsyad, Azhar. 2009. Media
Pembelajaran. Rajagrafindo: Jakarta.
Semiawan, Conny, 2008. Belajar dan
Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Indeks: jakarta.
Internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar